Archive for the ‘Art/Culture’ Category

Underground Secret Dining 8: Kampanye Makanan Kalimantan Barat

Posted by: mindtraveler

Dua sahabat Lisa Virgiano dan Sari Hartono kembali sukses menyelenggarakan acara ‘Underground Secret Dining” (USD) yang ke 8 (delapan) pada hari Minggu 31 Januari.  Sesuai dengan temanya “makanan Kalimantan Barat” , acara di ini didakan di anjungan Kalimantan Barat Taman TMII.

 

USD sendiri merupakan acara bulanan yang digawangi oleh duo Lisa dan Sari untuk mengajak para pencinta kuliner mengapresiasi makanan local yang hampir tidak ada di pasaran ataupun makanan yang sulit ditemui di restoran-restoran besar.  Biasanya ketika email disebar para undangan belum tahu makanan jenis apa yang akan disajikan dan dimana akan diselenggarakan.  Para undangan dibuat penasaran dengan diberikannya petunjuk yang sangat minim tentang tempat dan jenis makanan.  Keterangan lengkap dan jelas baru kemudian akan diberikan lewat email ataupun sms sehari sebelum acara.

 

Pembukaan dilakukan oleh Lisa sebagai si empunya acara dengan keterangan memberikan penjelasaan secara singkat tentang bahan-bahan makanan yang disajikan, metode pembuatan dan budaya yang mempengaruhi makanan tersebut..   Selanjutnya para tamu juga disuguhi tarian khas Dayak dan Melayu Kalimantan Barat sebelum acara  yang ditunggu-tunggu yaitu mencicipi makanan dimulai.  Dengan menyisipkan kedua tarian ini semakin menambah atmosfer Kalimantan ke dalam acara yang telah disusun dengan apik oleh duo ini.

 

Makanan Kalimantan Barat sendiri banyak dipengaruhi oleh budaya Cina, Melayu dan Barat.  Hal ini terlihat dari jenis makanan yang telah dihidangkan: ayam bakar Pontianak, yang diklaim sebagai bukan ayam bakar biasa karena dibuat dengan metode memasak yang lama agar semua bumbu tercampur dengan sempurna.  Ikan asam pedas yang rasanya segar dan ringan walau menggunakan bumbu gulai.  Dan yang paling menarik adalah gulai umbut yang dibuat dari tunas kelapa, ya tunas yang ada di pucuk pohon kelapa..  Untuk membuat gulai umbut ini sebatang pohon kelapa harus dikorbankan karena begitu tunas dipotong maka pohon ini tidak akan pernah tumbuh lagi.  Rasanya sangat eksotis dan kenyataannya dari semua makanan yang tersedia gulai umbut adalah yang paling susah dicari dan susah dibuat.  Untuk acara ini saja khusus tunas kelapa didatangkan dari Pontianak.

 

Yang juga harus dicoba yaitu sambal Wadola yang terbuat dari pasta udang goreng dicampur dengan bawang, tomat dan kit kia cui yaitu jeruk nipis berukuran kecil. Kemudian ada sup daging yang cara makannya dipasangkan dengan dengan kroket singkong.  Hal ini menunjukkan budaya masak barat dalam hal ini Belanda kedalam tradisi masakan Kalimantan Barat.

 

Hidangan penutup yang segar seperti pudding tahu fantasi dengan saus campuran nanas dan kayu manis serta air rujak menyempurnakan makan siang yang eksostis.  Yang terakhir ini membuat para tamu lega karena khasiatnya sebgai peluntur minyak/lemak yang terkandung pada makanan yang disajikan.

 

Di penghujung acara Lisa juga mengenalkan ibu Nurhakimah sebagai orang di belakang hidangan yang istimewa ini.  Beliau asli dari Pontianak dan bekerja di anjungan Kalimantan Barat Taman Mini Indonesia Indah.  Kolaborasi Lisa cs dengan ibu Nurhakimah telah membuat para peserta bertambah pengetahuan tentang masakan Kalimantan Barat yang bisa dibilang sulit didapatkan di kota metropolitan.  Diharapkan acara-acara seperti ini bisa menumbuhkan kecintaan yang lebih besar terhadap makanan lokal yang hampir hilang.  Salut untuk duo Lisa dan Sari yang dengan caranya sendiri membantu mengkampanyekan budaya mencintai makanan local. 

Cheung Fatt Tze Mansion Penang

Posted by: mindtraveler

If your are in Penang, don’t miss the guided tour around the house which is conducted twice a day.  It’s quite costly (MYR 13) but very worth it. The guide or I should say the story teller explained the history of the house in an interesting way.  You hardly got bored with his story.

http://www.cheongfatttzemansion.com/
IMG_3638, originally uploaded by paulinschen2008.

“Mbatik”

Posted by: mindtraveler

Despite the world stock market crashed and off course its huge effect with my so little stocks ( may God save them all, so that I don’t get so poor), I managed to enjoy myself learning to practice batik making in “Museum Nasional” on Sunday.  A passionate woman called ibu Indra Tj organized this workshop for people who interested to see the process of “batik tulis”.

The workshop began with the presentation from Ibu Indra about batik in general; what kind of, how to make it and the philosophy behind it.  After that we were divided into 7-8 group, each had 5-6 people sitting in circle with a kind of stove made from used big tin placed in the middle.  The stove was to melt the so called “malam” ; it’s actually a mixing of bee wax and paraffin.  So, “malam” is applied to the cloth before being dipped in dye by using “canting needle”. 

It looked so easy cause you simply apply “malam” by following the pattern, however this was the most difficult part for me.  It took my greatest patience to actually finish it, eventhough it then did not come up so great.  I could see this from the face of the guy who taught us.  He was like so amazed  how my batik became.  I knew that he felt sorry for how so untalented I was.  Yet, I myself felt satisfied cause I was finally able to “mbatik” :)

The workshop ended after they showed us the dyeing process, and since we could not really do the final part there, they would send it to us by posts after the dye it for us. 

This was really a good get away to forget about the craziness out there.

The Class

Posted by: mindtraveler

Sepertinya yang sudah gue rencanakan, gue naik taxi ke wine class. Yah, gue agak takut juga nantinya mabok soalnya kan udah lama juga gue gak minum; actually quit driking. Meskipun dalam “driving history” I had been driving in any kind of condition; very very sad, happy, very very drunk to almost passed out and even high in the sky. Mengingat gue sudah tidak terbiasa dengan hal-hal memalukan tersebut, gue dengan kesadaran diri penuh memilih taxi juga dengan harapan besar gue gak akan mabok.Wine Class-nya sendiri diadakan di Vin+ Kemang jam 13.00, harusnya sih gue bisa yoga dulu tapi berhubung kedua kegiatan itu tidak match apalagi yoga merupakan one of those 1000 reasons I have quitted my unhealthy lifestyle. Karena ada beberapa yang belum datang, jadinya kelasnya agak telat sekitar setengah jam. Total ada 7 orang yang mengikuti kelas tersebut and most of them berusia dia atas 40 tahun.

Materi yang diberikan general dan cukup memberi gambaran tentang wine. Bagian yang paling serunya adalah wine tasting; barangkali ada sekitar 7 macam wine yang dicoba dan kalau semuanya dituang menjadi satu bisa menghasilkan hampir sebotol wine itu sendiri. Gue personally suka sweet wine considering my self as a sweet tooth.To my surprise, I didn’t feel drunk even tipsy because my eyes were still black and white. Biasanya kalau gue mabuk, mata dan pipi gue mulai merah tapi tadi sama sekali tidak ada symptoms seperti itu. Dan gue masih dengan kesadaran penuh tidak mau involve dalam “national TV’ things. In fact gue yang duluan pulang setelah kelas ditutup sekitar jam 16.00 karena takut diwawancara.

Ini pengalaman yang menyenangkan bagi gue, walaupun gue gak tahu apakah ini bisa menjadikan wine lover. I don’t think so, but at least I could appreciate it.

WINexperince 101

Posted by: mindtraveler

Gue sebenarnya gak suka sama wine. Well bukan wine sebagai minuman tapi “attitude” orang yang bisanya menyebut dirinya “wine lover”. Yeah…most of them have this gesture saying “Hey, I’m totally a sophisticated”.So, karena gue sendiri lately tidak minum alcohol sama sekali, it is a little weird that I actually will participate in this class. Bukan karena gue mau masuk jaringan “wine lover”, tetapi dari dulu gue emang pengen tahu sih ilmu wine cuman gengsi aja kalau harus me-label diri gue sebagai “wine lover”.

Nah, milis jalansutra akan menyelenggarakan kelas ilmu dasar tentang wine, setelah menjalani pemikiran yang panjang dan dengan segala pertimbangan dana yang harus gue keluarkan ; Rp. 350.000,–(hello… I can take 3 bikram yoga classes with that amount) akhirnya gue menyerah dan mendaftarkan diri. Juga yang menjadi pertimbangan gue juga life style gue saat ini, sekarang ini I don’t smoke and drink, gue bahkan gak peduli di tengah2 orang yang minum, gue dengan santainya pesan orange juice, ice lemon tea or even water.

Tadi, gue dapat email announcement terakhir dari sang instruktur yang bikin mata ague terbelalak. Gini isi emailnya:

Ada beberapa hal-hal penting yg berkaitan dengan acara winexperience besok.

1. A gentle reminder. Acara besok berubah tempatnya ke Vin+, Jl. Kemang Raya45B (di belakang Caswell coffee Kemang Raya)

2. Be on time. Acara mulai jam 13:00 teng. 3. Eat first. Dalam acara ini tidak disediakan makan siang. Jadi tolongjangan lupa makan dulu sebelum mulai minum.

4. Don’t drive. Jangan nyetir setelah minum. Lebih baik naik taksi atauminta dijemput.

5. Be gorgeous. You’ll be on national TV. So, be gorgeous! Hehehehehe

6. Emergency number. Kalau ada apa-apa, saya bisa dikontak di 0812-1100-926.

7. Bring a pen. Saya akan menyediakan hand out tapi tidak menyediakan alat tulis. Tolong bawa sendiri, ya.

Sampai ketemu besok, ya.

Terima kasih utk partisipasinya.”

Got it???? Nggak ya??
Ok, lihat point nomor 5. Huh??? Masih gak mudeng, gue tuh paling sebel kalau ada kegiatan yang include national TV. Help………
Gue bukan camera friendly person. I wonder if I can tell the camera man tomorrow not to shoot me at all. Seriously, if I have known this will happen, it would be my first serious consideration rather than those reasons I mentioned before.Anyway, nasi sudah menjadi bubur en gue harus maju pantang mundur. Sukur-sukur besok gue bisa invisible. Hell, I have to be able to handle my fear in front of the camera.