Posted by: mindtraveler
March 31 2010, Wednesday
Setelah minggu-minggu yang menggelisahkan saat ini menurun lagi keinginan saya untuk meninggalkan kantor ini. Sekitar tiga minggu yang lalu saya sempat diundang oleh head hunter untuk wawancara di sebuah kantor di bilangan Sudirman. Tidak jauh dari kantor saya sekarang ini.
Hari-hari menjelang interview kegelisahan saya menjadi, duh kalau saya diterima bagaimana. Apakah saya akan punya waktu untuk mengerjakan proyek pribadi saya sekarang mengingat itu perusahaan profit? Sayang sekali kalau proyek saya terbengkalai karena saya tidak punya waktu untuk mengerjakannya.
Pagi hari jam 7 sebelum interview saya tiba di kantor. Memasuki ruangan mungil tempat saya bekerja selama lima tahun terakhir. Pemandangan langsung macetnya jalan Gatot Subroto. Tapi kadang-kadang saya dapatkan juga awan biru yang indah memamerkan senyumnya ke saya ke ruangan mungil ini. Berantakan. Ya tapi tidak pernah ada menyuruh saya untuk membersihkannya. Saya ragu. Tenggorokan saya seketika kering, ada yang tertahan. Apa saya siap meninggalkan tempat ini? Gambaran-gambaran manis tentang kantor ini termasuk yang pahit langsung berkelibat. Saya mulai duduk memandang jalan. Berpikir keras. Aarghh kenapa saya jadi ragu? Kemudian saya mulai bekerja untuk mengusir keraguan. Tapi tetap saja perasaan tidak enak dan perut rasanya mual membayangkan apa yang akan hilang jika saya diterima.
Jam 8, sms saya berbunyi isinya si head hunter yang membatalkan interview hari itu. Bukannya kecewa, saya malah lega, si sms membantu saya membuat keputusan. Mungkin bukan ini yang saya mau, paling tidak bukan perusahaan tersebut. Menarik napas panjang, saya mulai bertanya-tanya “inikah si zona nyaman?”Jawabannya belum saya temukan sampai sekarang.
Posted by: mindtraveler
February 14 2010, Sunday
Lima tahun biasanya batas waktu dimana saya mulai merasakan kegelisahan yang memuncak di tempat kerja. Saya mulai melihat ke belakang dan berpikir kedepan. Apa saja yang sudah saya pelajari lima tahun terakhir ini, akankan saya mendapatkan pembelajaran yang lebih jika saya bertahan di tempat yang sama?
Pekerjaan sekarang ini merupakan pekerjaan kedua yang melampaui waktu lima tahun. Saya pernah melampaui waktu lima tahun itu dan bertahan sampai dua tahun kemudian dan itupun bukan karena saya memiliki pekerjaan yang baru tapi karena saya sampai di satu titik untuk bilang cukup. Pengajuan berhenti saya cukup membuat shock beberapa orang pada saat itu. Well bagi saya ketika pikiran, perasaaan dan logika tidak bisa saya satukan lagi biasanya pemenangnya adalah si perasaan, maka secara impulsive dan gagak berani menagmbil tindakan yang dianggap sebagian besar orang sebagai tindakan nekat dan gila. Bagaimana tidak pada saat itu saya lakukan ketika atasan saya yang baru mulai memberikan karir path (setiap dapat atasan baru dapat career path baru) yang saya yakin akan berakhir di lorong waktu tidak peduli bagaimana selama tahun-tahun ini saya membuktikan bahwa saya mampu.
Sekarang saya dihadapi dilemma yang sama bedanya umur saya bertambah, nekat dan kegilaan masih ada tapi logika saya semakin mendominasi. Titik lima tahun ini akan saya buat sebagai waktu rawan dimana saya harus sudah mempersiapkan apa yang akan dilakukan berikutnya, will I stay or will I go. Keputusan apapun yang saya buat membutuhkan pemikiran yang jernih karena keduanya tetap mambutuhkan persiapan yang matang untuk menjalaninya.
Tempat kerja bagi saya bukan hanya tempat untuk mencari nafkah, lebih dari itu saya selalu menganggapnya sebagai sekolah tempat menimba ilmu. Ilmu yang kita dapat semasa kuliah tidak akan pernah matang jika tidak benar-benar dijalankan dengan kasus and persoalan yang ril. Harus diakui beberapa kepribadian saya juga hasil dari hal-hal yang saya alami di tempat kerja sehingga ketika tempat kerja sudah tidak memberikan efek pendewasaan bagi saya baik secara kepribadian maupun ilmu maka kegelisahan yang maha dasyat itu mulai menghantui.
Di titik ini mulai detik dan menit ini saya akan mulai merenungkan dan kemudian bertindak atau melakukan perubahan bila perlu. Apapun yang saya pilih keduanya sulit untuk saat ini!
Posted by: mindtraveler
July 22 2008, Tuesday


Weekend kemarin, tepatnya tanggal 18 dan 19 Juli, gue dan teman-teman sekantor beserta keluarga mereka pergi ke Pinewood hotel di Cisarua. Sebagai salah satu panitia gue puas banget melihat tampang-tampang bahagia temen-temen beserta anggota keluarga mereka.
Meskipun jalan menuju hotel cukup membuat jantung berdebar karena agak-agak off road, tapi sampai disana semuanya tampak puas dengan panorama yang dipancarkan sang hotel. Bunga warna-warni dan pohon pinus yang tumbuh di area hotel ( yah karena itulah namanya Pinewood) menyambut kedatangan keluarga besar kantor gue.
Makanannya lumayan enak dan ringan, ala makanan sehat tapi cukup mengenyangkan (lha wong gue nambah berkali-kali, gimana gak kenyang). Acara yang disusun oleh bencong berjalan dengan sangat lancar dan semua puas dapat berperan serta karena jenis permainannya lengkap, ditujukan untuk anak, pasangan dan tentu saja tidak ketinggalan untuk para jombloers yang sexi2. Untuk anak-anak hadiahnya diberikan dari yang menang sampai yang kalah, kalau untuk orang dewasa yah harus puas mendapat hadiah untuk yang juaranya saja.
Unfortunately, memory card gue ketinggalan, jadinya gak bisa foto candid secara dengan kamera kantor gue mesti foto ala dokumenter. He..he…bisa ngamuk kalo gue pake buat foto candid.
Hari kedua gue sempet ikut tea walk dengan para morning people yang semangat-semangat. Wah medannya berat banget apalagi gue belum sarapan, alhasil pada perjalanan pulang gue sempet numpang motor security hotel untuk melalui tanjakan yang cukup curam dan berbahaya (ayng ini gue booong). Yah, gitu deh jalannya 4 km tapi sarapannya buat jalan 10km.
Sayangnya semua ini berjalan terlalu singkat karena kita semua kayaknya masih belum puas mengenyam kebersamaan (halah…). Oh ya, ada yang pasti akan balik ke situ karena dapet doorprize menginap satu malam di hotel hutan pinus (ngelirik ke bencong)
Anyway, gue puas banget melihat all the happy faces.
Posted by: mindtraveler
February 13 2007, Tuesday

Sabtu 10 Februari kemaren, si Ujo got married di Bogor. Jadilah kita cewek-cewek merencanakan perjalanan ke BoGor. Dari dimana ketemuannya, terus tempat-tempat yang akan kita kunjungi. Lha trus pestanya si Ujo gimana? Jangan Khawatir, itu tetap ada dalam agenda kita. Rumah si Ujo terletak di daerah Tanah Sereal, yah kira-kira 1/2 jam dari Bogor kota. Jalan menuju kesana agak rusak dan tersenda

t.
Pagi-pagi gue udah jemput Bencong di depan BCA, Wuri dan Raty di Plangi. Mulai dari Cibubur convoy dengan mobilnya Siska. Sampai di Bogor tuh kita sempat berhenti di gerejanya, tapi dari situ kita ke Pia Apple Pie untuk beli oleh-oleh yang kemudian dilanjutkan ke Cafe Dedaunan. Wah..wah..mau pesta kok makan dulu.
Alhasil kita tiba di tempatnya Ujo jam 13.oo, dan baru mulai sih pestanya. Dan tentu saja perjalan ini diakhiri dengan kunjungan ke Factory outlet…..teteppppp.
Posted by: mindtraveler
October 11 2006, Wednesday
Berhubung si Opa mau buka puasa bersama di tempat yang dekat kantor , maka gue sama Liza sempet hunting tempat minggu lalu. Tadinya sih maunya di Omah Sendok, tapi berhubung fully booked sampai tanggal 19, terpaksalah kita cari alternatif lain. Akhirnya pilihan jatuh pada D’Lounge. Konsepnya sih sama; kayak rumah.
D’lounge punya menu makan prasmanan selama bulan Ramadhan yang berganti-ganti setiap harinya. Kemarin jam 5-an gue , Raty en Ujo sudah nunggu disitu, abis males di kantor terus. Baru setelah jam 5.30 para NEC-er bermunculan. Begitu waktu buka semua langsung menyerbu menu buka puasanya; ada kurma yang isinya keju, kacang en karamel, kolak, es blewah dan es dawet. Rata-rata rasanya enak kecuali es dawetnya, wuih gak enak banget, taste so weird.
Untuk menu utama terhidang; gulai ayam, udang kentang pedas, bakwan dan sayur kailan. Sebenarnya rasanya enak, tapi dikit banget. Sebenarnya sih cukup ngeyangin, cuman aja rasanya pengen ngemil tapi pilihan tidak banyak. It costed us IDR 85,000 ++ per person. I think it’s a little expensive compared to the menu they offer us, but again it’a actaully like buying the atmosphere. So, mengenai tempatnya sih orang-orang cukup puas. Ada live music dan suar panyanyinya lumayan. Putri sama Ad sempet naik panggung untuk nyanyi. Cukup seru sih untuk acara yang diadakan di tengah minggu.
Posted by: mindtraveler
October 5 2006, Thursday
Akhirnya para back officer buka puasa bersama; gue, Nathalie, Ujo, Raty, Adi en Anto. Actually yang puasa sih cuman adi, tapi dasar kita pada kecentilan berusaha meramaikan mal yang sudah ramai dengan buka puasa bersama.
Rencananya kita berangkat jam 16.30 dari kantor ke Plangi, jadi bisa sempet milih tempat, dasar sial kira-kira jam 16.00 si opa nyuruh Ujo betulin laptopnya yang bervirus. Akhirnya kita nungguin, walaupun tetep aja gak selesai. Gue bilang sama Ujo, udah deh cuwek aja soalnya kita kan mesti berangkat. Berhubung udah kesorean gue males bawa mobil gue. Jadinya kita rame rame naik mobil Nathali kecuali Anto. Wah udah kayak mau pulang kampung, soalnyaUjo sama Adi kebagian duduk di lantai belakang mobil.
Tadinya sih pengen makan di Platinum, tapi karena penuh kita akhirnya makan di G Bistro di sebelahnya Platinum. Disitu ada paket buka puasa, rasa makananya lumayan walaupun gak bisa sibilang enak. Lucu dan rame kita semua pada mojok2in Ujo, sampe akhirnya Nathali nantangin Ujo untuk potong rambut, dia yang traktir. Soalnya menurut si Raty rambutnya Ujo terlalu old fashioned.
Berhubung ditraktir Ujo gak mau di Johny Andrean, tapi milih di sebelahnya salon yang agak sepi en mahalan. Akhirnya dengan diketawa2in ujo digunting rambutnya model spike getooo lhoooo. Lucu abis……
Ujo yang pasrah abiss rambut dibabat dengan semena-mena
Buset hasilnya bener-bener bikin Ujo kayak banci kaleng banget
Posted by: mindtraveler
September 22 2006, Friday
Berhubung hari ini adalah hari terakhir sebelum orang-orang mulai berpuasa, maka sejak seminggu ini gue dan Lisa sudah mulai meng-arrange potluck buat hari ini. Kita memang merencanakan potluck dengan makanang yang tidak terlaly messy. jadi dari mula daftar menu sudah kita buat dan kemudian disebarkan. Dalam waktu tidak sampai semenit jawaban sudah bermunculan, praktis hari itu anak-anak sibuk mikirin apa yang mau dibawa.Menu:
macaroni Schootel - Paulina
mie goreng - Ujo
Beef rolade - Niki
nasi goreng - Lisa
bakwan jagung - Ungki
satay ayam - Desi
Kripik kentang – Ayu
Keripik tempe - Tien
Sayuran/salad – Putri
pudding – Raty Ginting
Es Cendol - Siska
Roti unyil & asinan - Inty
Lumpia – Adi
Lidah kucing and wijen choco - Anto
Ice cream woody - Maria
Kue kenari – Monique
Semangka – Dhea

Definetely I have to go for yoga tommorow, first thing in the morning!!!!!!!

Nambah …..nambah & nambah…………

Hmmmm, yum…yum..yummy…….
Recent Comments