Archive for the ‘tarot’ Category

Kangen Tarot

Posted by: mindtraveler

Hari ini saya isi dengan membaca tarot secara gila2an, apa yang muncul di kepala saya dijadikan pertanyaan.  Selama ini saya masih memenuhi beberapa permintaan teman2 dekat untuk dibacakan walaupun sebenarnya saya sedang berada di titik jenuh.  Kenapa? Well saya merasa bacaan saya tidak semakin dalam, kadang-kadang stuck untuk memberikan penjelasan lebih lanjut pada “pasien”.

 

Gak tahu kenapa, seminggu ini saya semangat lagi untuk memperdalam bacaan saya.  Dengan gencar saya browsing mencari para master tarot yang menyediakan waktunya untuk mengajar.  Sayang sekali usaha saya itu tidak menghasilkan apa2; para master tarot lebih tertarik untuk praktek ketimbang memberikan pelajaran.  Alhasil saya gila sendiri dan mulailah percobaan iseng saya untuk menjawab pertanyaan yang muncul di kepala saya dengan tarot di tangan.  Aksi gila saya ini cukup membuat orang serumah geleng2 kepala walau ada juga yang kemudian merasa senang dan mengamini karena hasil bacaan saya terhadap dirinya lumayan membuatnya memiliki harapan yang tinggi, hihihi.

 

Cuman ada yang saya benar-benar sadarin; bacain tarot buat saya itu tergantung mood banget, terbukti hari ini begitu saya mood banget saya merasa bacaan saya lumayan mantap dan kata2 keluar begitu saja tanpa saya harus sebentar2 lihat kertas contekan.  Mudah2an ke depannya saya tambah semangat lagi dan mulai lagi meng-update blog tarot saya yang sempat mati suri selama setahun lebih. 

Kartu Tarot Baru

Posted by: mindtraveler

Weekend kemarin dapat 2 tarot baru sekaligus, yang satu dari Anette adik gue yang baru pulang dari Belanda dan yang satu lagi dari Mirah adiknya Dian yang bermukim di Norway.  Dari Belanda gue dapet Dochters van de Maan yang artinya Daughters of the moon-nya Ffiona Morgan.  Tidak seperti kartu pada umumnya, kartu ini bentuknya bulat dan jumlahnya juga cuman 75 karena kartu ini menghilangkan tokoh King pada bagian kartu kerajaannya.  Maklum konon ini kartunya para feminis, gambarnya cewek semua, para dewi-dewi dan tokoh wanita dalam cerita lainnya.

Dari Mirah gue dapet kartu Simply Tarot yang sebenarnya kartu ini unik karena dia mengikuti Rider waite tapi muka orang-orangnya diganti dengan foto orang beneran.  Dalam satu paketnya ada VCD dan buku petunjuknya,  Sayangnya gue udah punya versi ini, tapi ya tetep gue ambil aja karena gue pikir ini ini bukan kebetulan (halah, mulai lagi)

Intinya bagaimanapun juga kedua kartu ini menambah koleksi tarot gue yang kadang suka gue pandang-pandangin dan kagumin (kumat).  Thank you Minet and Mirah!

Tukang Ramal

Posted by: mindtraveler

Salah satu hobi gue memang bacain tarot buat teman-teman dekat dan kadang buat orang yang baru gue kenal via email.  Sumpah gue seneng kalo bisa nolongin tapi gue udah mulai stress kalau kartu gue mulai nunjukin tanda-tanda negative.  Duh rasanya berat banget mau bilangin ke orangnya, iya kalau bener, nah kalau salah tapi gara-gara dia dengerin ocehan gue malah kejadian kan gue merasa bersalah juga.

Biar ini cuman hobby tapi gue serius bacain orang, maksud gue kalau gue lagi nggak mood ya mendingan gak usah karena gue gak mau hasilnya asal-asalan.  Tapi yang paling gue sebel kalau yang minta dibacain nganggap gue dukun.  Beberapa dari mereka kadang berharap gue bisa melihat hal-hal di depan sana yang jauh banget, padahal gue tuh biasanya kasih tau cara kerjanya sampai mulut gue berbusa-busa, tetep aja ada yang berharap gue bisa melakukan hocus pocus.

Tapi di lain sisi gue juga seneng kalau bacaan gue bener dan teman gue puas.  Sangkin sukanya sama Tarot kadang-kadang kalau lagi mood banget gue suka maksa orang untuk gue bacain tapi jeleknya gue itu sering terlalu concern sama hasil bacaan sampai temen gue itu gue telponin supaya dia follow up apa yang menajdi hasil counseling kita.  Nah satu dari temen gue ini sampai ada yang takut banget sama gue karena gue nagihin dia terus, gimana udah dilakukan belum? Elo udah ajak belum tuh cewek ngedate? Dll.

At the end gue sebenarnya sadar, gue gak bisa nolong orang kalau orang itu tidak mau gue tolong.  Kayak Reza Gunawan bilang, dia tidak akan melakukan terapi kepada pasiennya yang tidak mau menyembuhkan dirinya sendiri.

Kelas Tarot

Posted by: mindtraveler

Sudah sebulan ini gue belajar tarot dengan pendekatan psikologi sama mbak rubi di Universitas Sahid.  Kali ini teman2 sekelas gue lumayan udah pada usia “mateng” bahkan kayaknya udah lumayan sepuh, tapi semangatnya euy.  Gue seneng banget ketemu orang-orang baru dan tiap minggu pasti ada cerita-cerita lucu dari temen-temen gue ini.

Mbak Rubi banyak mengajarkan tehnik tarot untuk diri sendiri yang sampai sekarang gue masih susah.  Selain itu gue juga banyak belajar tentang tehnik konseling pada tarot dan ini membantu gue banget dalam menghadapi client (halah, sebenarnya sih temen2 gue sendiri).

Tiap Sabtu gue bela-belain bangun pagi untuk ke kelas tarot dan memang menyenangkan duduk di kelas dapat ilmu baru.  Gak tau kenapa gue tuh makin kesengsem sama tarot.  In fact ini kegiatan yang paling lama gue tekunin tanpa ada rasa bosen.  

Untuk D…..Gratuliere

Posted by: mindtraveler

Di hari Minggu siang yang cerah yang saya janjian sama seorang sahabat yang jarang ketemu. Kita berdua sudah bersahabat selama 25 tahun, tapi 5 tahun terakhir ini pertemuan kita sangat jarang, tapi biar begitu biasanya setiap pertemuan lumayan berkualitas. Hari itu juga hari istimewa karena setelah 4 minggu tertunda akhirnya bisa juga kita berdua ketemu. Menu pertemuan kali ini D, teman saya ini akan menceritakan kisah kasihnya yang paling anyar.

Bertahun-tahun saya berteman dengan D, saya tidak pernah menyangka dia akan melajang sampai seusia sekarang. Gimana nggak, dari SMP dia sudah punya cowok yang serius dan itu berlanjut sampai mereka tamat kuliah dan saya ingat D bilang ini calon suami masa depannya. Tapi kemudian setelah D bekerja, hubungan mereka merenggang dan D pacaran sama teman kerjanya. Bagaimanapun alasan mereka putus bukan karena kehadiran cowok baru ini, tapi ada persoalan perbedaan pandangan dari kedua belah pihak.

Bertahun- tahun saya melihat D putus dari cowok yang satu ke cowok yang lain dan seiring dengan itu karirnya juga melesat jauh. Lebih gilanya lagi D mulai menyukai pria yang umurnya jauh lebih muda. Saya ingat dia memulai dengan seorang cowok yang 4 tahun lebih muda kemudian dilanjutkan dengan yang 8 tahun lebih muda, tapi sebagai teman saya selalu mendukung apapun yang menjadi pilihannya. Sampai pada suatu saat setelah lama tidak bertemu, D cerita lagi dia sedang menjalin hubungan seseorang yang perbedaannya bagai bumi dan langit. Saya pikir saat itu perbedaan pendidikan atau mungkin dia jatuh cinta sama anak buahnya. Yah memang itu sih yang terjadi tapi yang bikin saya kaget, dia ini adalah satpam di kantornya. Satpam, saudara-saudara!!!!

D memang selalu bikin saya tercengang dan berpikir keras dengan kisah cintanya yang beraneka ragam dan kadang tidak masuk akal saya. Bahkan gara-gara hubungan D dengan satpam ganteng itu (ini menurut dia, katanya sih mirip Sandy Nayoan) saya jadi lebih memperhatikan para satpam in case ada yang cakep dari mereka (halah..). Tanpa bermaksud melucu, cerita D bisa bikin saya terpingkal-pingkal hampir terguling-guling, kadang saya melihat suatu kenaifan di dalan diri D, tapi mungkin juga suatu sikap liberal dan egaliter, dia begitu open. Honestly, I really don’t know and don’t care as long as she is happy.

Cowok-cowok berikutnya juga tidak kalah menakjubkan dan sensational. Hebatnya D memiliki prinsip lebih baik mengejar cowok daripada dikejar cowok. Ok, way to go Girl!! Dia juga sangat berdedikasi pada para cowok-cowoknya, she will do everything to make them happy and comfort. Dia akan memasak untuk mereka dan mengantar makanan yang panas mengepul beraroma menggiurkan itu mengarungi lautan mobil di Jakarta. D bisa membuat cowok merasa diperhatikan dimanjakan dan dicintai, di satu sisi D itu seorang wanita karir yang sangat maju.

Cerita sampai saya akhirnya ketemu di hari Minggu itu berawal dari keisengan saya membuka kartu untuk D. Setelah beberapa kali membuka di antara saling waktu, saya perhatikan ada kartu yang setia mengikuti yaitu; The lovers, pertama saya pikir halah biasa D pasti lagi jatuhcinta, tapi setelah yang ke 3 dengan tenggang waktu sekitar 2 minggu saya merasa saya harus tanya sama D. Jadilah saya sms D, bunyinya seperti ini, “elo, lagi dihadapkan sebuah pilihan yang sulit ya say. Sorry ya gue lancang bukain kartu elo, lagi latihan nih, mudah-mudahan nggak ya” Tidak lama kemudian dia membalas sms saya dan membenarkan dugaan saya. Ternyata dia dihadapkan oleh pilihan antara 2 orang cowok. Btw, saya lupa cerita D juga punya hobby men-tandem cowok sebelum akhirnya memutuskan salah satu tapi saya tidak menyangka kali ini hal tersebut menjadi gangguan dalam hidupnya.

Atas permintaan D saya mulai membaca kedua cowok itu, tapi tetap D yang harus memilih. Sebenarnya D sudah tahu dengan siapa dia mau stay, saya hanya sekedar memberi konfirmasi tentang orang tersebut yang sebenarnya juga sudah dia ketahui dan saya focus pada pilihan D. Maybe it is too good to be true tapi kartu-kartu yang keluar memang mengisyarakan hal yang baik tentang si cowok pilihannya. Tidak kurang mengejutkan kartu saya mengisyaratkan cowok berumur di bawah 30 tahun yang kemudin diakui D berumur 28 tahun artinya 11 tahun lebih muda, aargghh D kamu memang sensational. Gak apa-apa, jangan khawatir “younger guy is so in right now”. And hah, guess what kemudian saya malah melihat cowok tersebut sudah punya niat untuk melamar D. Aduh D saya ikut seneng karena kemudian kamu bilang ke saya itu memang niat cowok tersebut.

Pertemuan saya dengan D di hari Minggu yang cerah itu adalah untuk menyaksikan kebahagiaan D saat ini. D sudah mulai mempersiapkan perkawinan yang direncanakan akan dilangsungkan pada bulan Desember tahun ini. Untuk pertama kali saya melihat D begitu bahagia pada sebuah hubungan, untuk pertama kalinya dia merasa disanjung oleh seorang cowok, untuk pertama kalinya D membiarkan dirinya dikejar oleh seorang cowok dan untuk pertama kalinya dia merasa nyaman berhubungan dengan cowok karena kali ini bentuk hubungannya adalah soul to soul (ini kesimpulan saya berdasarkan curahan hati dia). Meskipun D masih rikuh karena selama ini dia melakukan hal-hal yang dilakukan oleh cowoknya sekarang ini tapi dia benar-benar terlihat sumringah, wajahnya selalu terlihat berseri-seri dan cantik.

Kali ini D mendapatkan apa yang dia inginkan dari seorang cowok, sebagai seorang yang romantis D seperti mendapatkan belahan dirinya yang lain. Dia mendapatkan apa yang biasa dia lakukan untuk para cowok itu, singkat kata D kali ini merasa sangat yakin. Itulah saya melihat sinar kebahagiaan yang terindah yang pernah saya lihatt terpancar dari D selama dia menjalani hubungan-hubungannya dan saya juga ikut kecipratan kebahagiaan itu.

“elo gak bukain gue kartu sekarang?” tanyanya. Saya menggeleng dan berguman dalam hati, nggak D saya takut kartu saya merusak kebahagiaan kamu. Tapi sejujurnya D begitu saya pulang, saya buka kartu kamu juga dan believe me tidak ada isyarat buruk yang saya terima. So girl, ini tahun bahagiamu, jadi nikmatilah.

Dear D,
thanks buat inspirasi dan ijinnya untuk mem-publish cerita ini di blog
gue

Why Tarot?

Posted by: mindtraveler

Saya tidak pernah terbayang pada suatu hari nanti saya akan menjadi tarot reader. Yah sebenarnya saat saat ini sih saya belum jadi tarot reader, masih sebagai tarot learner. Kenapa akhinrya saya suka tarot juga lebih karena rasa curiosity saya tentang “how it actually works”. Ada sekitar setahun saya hanya membaca-baca buku tarot, mengoleksi kartunya tapi tetap tidak mengerti bagaimana merangkai setiap arti. Sampai akhirnya saya mendapat bimbingan dari seorang tarot reader. Yah, lumayan lah saya mulai mengerti bagaimana menyampaikan atau merangkai arti yang tersirat pada setiap kartu.

Sebagai seorang learner saya masih sangat haus dan lapar akan pengetahuan tentang tarot. Saya masih sangat bersemangat mencari referensi dan belajar langsung dari ahlinya. Untungnya mereka yang ada dibidang pertarotan adalah orang-orang tidak pelit ilmu, kadang saya langsung kontak by email dan biasanya mendapat jawaban yang memuaskan.

Sampai saat ini kepuasan yang saya capai dari membaca tarot adalah apabila saya bisa memberikan sedikit saja pencerahan dari nasehat-nasehat yang terbaca oleh saya. Hal ini membuat saya merasa bisa menyumbangkan setitik pertolongan untuk hidup seseorang. Saya lebih melihat tarot sebagai cerminan keadaan seseorang dan dengan membacakannya saya bisa membantu orang tersebut menyadari apa yang sedang terjadi pada dirinya. Well, memang kadang suka ada bonus hasil ramalan yang kadang benar.

Hal lain yang saya sadari dari membaca tarot adalah begitu mudahnya saya memberikan saran atau mencoba memotivasi seseorang walau dalam hati saya sangat sadar tidak mudah untuk dilakukan. Kadang saya merasa tersentil oleh nasehat saya sendiri; dalam hati ada ngomong “please deh pol, look who’s talking’. Tapi kalau akhirnya orang tersebut bisa, maka saya sendiri juga termotivasi. Termotivasi untuk melakukan nasehat itu sendiri dan juga termotivasi untuk belajar tarot lebih banyak agar bacaan saya lebih dalam dan lebih berisi sehingga hopefully bisa menjadi pegangan buat orang lain.

My first tarot card

Posted by: mindtraveler

Actually I was planning to drive straight home last night, yet since there were no “3 in 1 jockey” I had to drive all the way around. Jakarta in that hour is a total disaster. Finally I decided to stop by in Plaza Senayan, well actually I’ve planning for quiet sometime to go there looking for tarot card and last night the traffic led me to my destiny.There were a lot of tarot card varieties in Kinokuniya. In fact I wanted the original one and the one which was closed to my wish was from Julier Sharman-Burke. It came with guidance book. There were house wives, black women and other tarot card; actually they look very interesting for me, but the girl had to choose, right. I got this card in the paranormal section, wow, they have books about witchcraft, spells, the bible of Satan and many spooky things. I could spent hours there, unfortunately most books were covered by plastic; yeah..yeah..you could not get anything free in this country.

I was really excited that I managed to read couple pages about the cards. Yeah..this new thing for me, I think I could start learning it and pass it letter to others. Beside, I really like symbols and about 3 months ago I bought book about symbols and I believe that with this card It’s a good way to learn symbol.