Hari pertama 08/05/06
I love Monday. Rasanya enak banget bangun pagi membayangkan hari ini saya bakalan pergi ke Padang bersama Wiwin dan Liza. Dengan semangat empat lima, saya mulai cek lagi isi tas saya, make sure that everything is already in it.

Akhirnya jam 09.00, dengan diantar nyokap saya pergi ke Slipi Jaya tempat meeting point saya dengan Wiwin dan Liza. Perjalanan ke airport gembira banget, kayaknya lepas semua beban. Disana setelah check in kita masih sempat ngopi sambil nunggu keberangkatan.
Air Asia, tidak seperti bayangan saya membuat saya terkagum-kagum atas pelayannya. Terus terang dengan harga yang sedemikian murah, kami sudah siap kalau sepanjang jalan bakal dijudesin sama pramugarinya. Kenyataannya kami benar-benar mendapatkan pelayanan yang memuaskan. Selain itu keberangkatannya juga on-time yaitu jam 11.40.
Tiba di Padang, wah langsung disambut udara pantai padang yang amat sangat panas. Mobil carteran yang akan membawa kami ke Nuansa Maninjau sudah menunggu. Hi..hi.. ternyata tidak ada AC-nya. Untung tujuannya ke tempat dingin.
Di tengah perjalanan, kami mampir di sate Mak Syukur. Seumur-umur belum pernah saya makan sate Padang, soalnya saya agak-agak geli melihat kuahnya yang kuning kekentalan ( remind me of something). But to my surprise, saya doyan banget begitu nyoba, walaupun pertama agak-agak kayak ikut acara “Fear Factor”. Hari itu saya makan sekitar 9 tusuk, tapi kuahnya sih hanya saya celup-celup dikit. Wiwin makan sate tidak kalah banyaknya, yaitu sekitar 15 tusuk dan Lisa makan 7 tusuk. Bob, orang yang mobilnya kita sewa untuk mengantar kita cuman makan 3 tusuk. Malu kali.
Habis kenyang kami melanjutkan perjalanan ke Nuansa Maninjau Resort. Pemandangan sepanjang perjalanan indah banget. Kami tidak berhenti-henti berdecak penuh kekaguman. Gile, bersih dan indah, saya serasa di Europe. Daerah ini bahkan lebih bersih dan terawat daripada daerah di pulau Jawa. Konon katanya orang-orang rantau mempunyai andil besar.
Sekitar jam 16.00 kami tiba di Nuasa Maninjau Resort. Tempat ini sendiri mengingatkan saya sama Novus hotel di Puncak, hanya yang ini punya pemandangan ke Danau Maninjau.
Setelah check in dan janjian sama Bob untuk jemput kami lagi besok pagi, saya sama Wiwin berenang sementara Liza beryoga ria di tepi kolam. Wah enak banget, karena tempatnya sepi dan katanya cuman 3 kamar yang terisi, maka tempat itu serasa milik kami sendiri. Sambil berenang kami minum bandrek dan makan pisang goreng keju. Duh, gak ngaruh banget berenangnya.
Makan malam kami sudah agak kenyang, tapi tidak menutup pintu untuk makan lagi. Menunya malam itu adalah sop buntut dan nasi goreng buntut di restoran hotel. Disitu kami ngobrolin cerita lucu-lucu sampai sekitar jam 10-an.
Malam itu kami semua tidur dengan senyum mengembang, gak sabar nunggu besok.
Hari kedua 09/05/06
Pagi-pagi bangun kami olah raga hiking sejenak disekitar resort sambil foto-foto bergaya turis Jepang. Setelah itu kami sarapan di restoran hotel, menu saya pagi itu adalah bubur ayam sementara Wiwin makan roti dan Liza makan nasi goreng (lagi?).
Well, hari ini perjalanan menuju Bukittinggi. Dalam perjalanan saya inget bika yang kemarin dilewatin dan rasanya pengen banget. Akhirnya kesampaian juga makan bika tersebut walaupun kita harus balik arah dulu. Menurut Bob yang enak itu bika Mariana, well rasanya gurih en cara buatnya juga menarik.
Sekitar jam 11-an kami tiba di Bukittinggi, lalu kami memutuskan untuk berjalan-jalan dulu sebelum check in di Novotel. Tujuan pertama adalah
Gua Jepang. Disana kami di pandu oleh seorang peman

du yang cukup lucu dan ngocol.
Jalan turun ke gua adalah berupa tangga yang cukup curam. Sempat kepikiran juga gimana naiknya yah. Di dalam pemandu kami mulai mendongeng yang membuat bulu kuduk berdiri. Emang sih agak-agak seram, “Uji Nyali” pernah shooting di tempat ini. Bayangin aja, di tempat ini kami ditunjukkan lubang dimana mayat-mayat setelah dimutilasi dibuang kesitu.
Setelah kira-kira setengah jam di dalam, kami akhirnya naik. Ada sekitar 132 tangga yang harus kami naiki. Aduh…sampai atas sepertinya sudah kehabisan napas dan tentu saja lapar berat.
Karena sudah kepalang capek, kami akhirnya memutuskan untuk destination berikutnya yaitu Fort de Kock. Ya, gak terlalu lama spending time disana, kira-kira 15 menit-lah.

Akhirnya acara yang ditunggu-tunggu tiba, beruntung, pemandu kami sempat memberitahukan dimana bebek hijau alias gulai itiak dijual. Tempatnya ada di bawah ngarai dan agak terpencil. Saya ngabisin dua potong itik dengan dua piring nasi. Gilaaaaaa pedas dan enak banget. Akhirnya kami juga pesan untuk dibawa pulang besok, yaitu 8 ekor itik.
Dengan kekenyangan kami menuju ke Novotel untuk check in . Setelah itu kami menuju ke Pasar Atas yang hanya sekitar 10 menit dari hotel dan tentu saja sambil melewati Jam Gadang.
Selagi melihat-lihat di pasar tiba-tiba kami melewati sebuah kedai di tengah pasar yang menjual es. Disitu saya dan Wiwin mencoba ampyang dadih. Enak tapi masih ada bau kerbaunya,Ih…..Minuman atau makanan ini terdiri dari dadih dan ampayang serta gula jawa dan campuran lain yang tidak saya ketahui. Sementara itu Liza mencoba es tebak yang di Jakarta disebut es campur, hanya yang ini jauh lebih enak. Lagi-lagi karena ada gula jawa-nya.
Kami menghabiskan waktu di pasar sekitar 2 jam lebih. Kami dibuat terpukau dengan hasil kerajinan border dan sulaman. Akhirnya kami pulang kayak ibu pejabat abis belanja dengan menenteng-nenteng banyak tas belanjaan dan kemudian balik ke hotel.
Sore itu kami sempat bermalas-malasan di Cafe-nya hotel. Menu kami sore itu ngopi sambil makan pisang goreng keju lageee. Sayangnya rasa kopi disini cemplang buanget.
Sisa hari itu kami habiskan tinggal di hotel dan makan di hotel. Sepertinya sudah tidak sanggup lagi untuk menyantap makanan Padang. Malam itu saya makan tuna salad (basi banget!!!).
Hari ketiga – 10/05/06
Pagi-pagi bangun langsung berenang untuk menyiapkan tempat di perut saya untuk sarapan. Ini hari terakhir kami berada di Bukittinggi. Wuih rasanya nggak kepengen pulang.
Sehabis mandi dan check out, Bob sudah menunggu kami dan to our surprise dia ingat untuk membelikan kami lemang pisang. Hi..hi… udah gitu dia tidak mau dibayar. Yah, tahu gitu pesen sepuluh (hi..hi..). Ya udah, ntar dia kita jodohin aja sama Siska, he.he..emang rencananya gitu.

Kami langsung menuju tempat gulai itiak untuk mengambil pesanan 8 ekor itiak. Dari sana langsung kita menuju ke Padang. Well actually, di tengah jalan sempet makan sate
mak Syukur. Wuih….
Di tengah jalan sempat mampir di air terjun Anai untuk berfoto ria. Selanjutnya, saya tertidur lelap di mobil. Saya terbangun karena teriknya matahari di Padang. Definitely, luch kita hari ini harus di tempat yang ada AC-nya.
Akhirnya setelah membeli oleh-oleh di Christine Hakim kami sempat makan Kentucky di Plaza. Tetap aja AC-nya tidak terlalu menolong. Oh ya , kami juga sempat makan rujak di tepi pantai. Bumbunya enak banget.
Jam 17.00 kami tiba di bandara dan menunggu flight yang akan membawa kami ke Jakarta. Bye, bye Padang, I’ll be back.
Recent Comments