Saigon/Ho Chi Minh, Vietnam
Posted by: mindtraveler
Malam Pertama
Saya dan ketiga sohib tiba di Ho Chi Minh (Saigon, hmm saya lebih suka dengan nama ini) sekitar pukul 8 malam. Ketika taksi yang membawa menurunkan kami di muka sebuag gang sempit, saya agak tersedak, glek jadi disini kami tinggal. Maklum semuanya dilakukan secara online dan pada saat melihat websitenya saya melihat kamar yang cukup layak ditempati.
Setelah berjalan sekitar 50 meter tibalah kami di muka hotel Cat Huy, senyum saya mulai mengembang, tampaknya after all it’s not so bad. Petugas hotel membawa kami ke lantai 2 sementara kedua teman saya lainnya dibawa ke lantai 6 dengan menaiki tangga (hihihi gak apa-apa lah mereka kan masih muda2). Begitu memasuki kamar, saya dibuat terkagum-kagum karena kamarnya cukup besar dan sangat bersih dan yang paling penting lebih bagus daripada yang diperlihatkan di website nya.
Setelah mandi kamipun bersiap menjelajahi Saigon di waktu malam. Kebetulan hotel kami dekat dari pusat segala keramaian malam. Baru beberapa langkah sudah ada jajanan dari yang manis (walau tidak banyak) sampai yang asin (mostly pork). Salah satu yang menjadi favorit adalah kue berwarna hijau tanpa nama (berhubung penjualnya tidak mengerti bahasa inggris). Sayangnya karena pencahayaan yang tidak memadai saya tidak bisa memotret kue favorit tsb.
Berhubung semua sudah lapar, akhirnya kami pilihlah restoran yang tampak menggoda dengan udang2nya yang dipajang di depan. Menu pilihan utama tentu saja si udang yang ternyata caranya dibakar pakai arang di meja kami. Udangnya sangat manis dan segar, selain itu ada juga nasi goreng, batang sayuran yang tidak saya makan karena tidak tertarik, walaupun menurut teman2 perjalanan saya rasanya sangat mantap.
Malam itu kami akhiri di sebuah bar yang sangat kecil di pusat keramaian. Eits jangan salah walau masuk ke bar kami hanya minum kopi dan teh. Berhubung keesokan harinya adalah udalng tahun teman seperjalanan saya maka tepat pada pukul 12.00 kami semua menyelamatinya . Happy birthday mate!
Hari Kedua
Hari ini tujuan kami adalah keliling kota saja dan tentunya menjelajahi Pasar Behn Tam yang tersohor dan kebetulan berada di dekat hotel kami. Tapi sebelum itu kami mencari tour untuk ke Sungai Mekong keesokan harinya. Akhirnya setelah ditimbang-timbang kami memilih privat tour ke Sungai Mekong.
Untuk menuju ke pasar Behn Tan kami cukup berjalan kaki menyeberangi taman dan monument. Begitu tiba tiba dan masuk ke pasar, kami langsung disambut penjual-penjual yang agresif mencoel2 kami untuk membeli barang dagangannya. Menakjubkan melihat cara mereka yang pantang mundur untuk menawarkan dagangannya dan juga barang-barang yang dijual bagus banget dan selera gue banget. Mereka menjual barang2 etnik dengan kualitas tinggi dan tidak terlihat sebagai barang souvenir. Tas tas dengan design vintage yang cantik memanggil-manggil saya untuk dibeli. Intinya saya sempet kalap tapi untung tersadarkan. Kami menghabiskan setengah harian di pasar Behn tan dan sempat makan siang dalam pasar.
Berikutnya kami menuju gereja Notre Dame dan kantor pos, bangunan tua yang anggun. Hebat ya bahkan kantor pos saja bisa dibuat obyek wisata, saya jadi teringat kantor pos kita yang ada di depan pasar baru. Andai saja ada insiatif dari pemda untuk membuat gedung pos kita memiliki nilai jual yang tinggi secara gedung itu juga sudah cukup tua dan tentunya dengan nilai sejarah yang tinggi.
Gereja Notre Dame sendiri banyak dipakai sebagai lokasi pengambilan pre wedding picture. Gereja ini memang merupakan duplikat mini dari yang di Paris.
Dalam perjalanan pulang ke hotel kami sempat mampir di kedai pinggir jalan yang menjula flan pudding yang harga seporsinya VND 10000 atau sekitar IDR 6000. Satu posri terdiri dari dua buah flan yang dituang dari cetakannya kemudian ditaburi kuah yang mengandung sedikit kopi dan terakhir ditaburi es serut diatasanya. Rasanya cukup nikmat untuk makanan di pinggir jalan.
Di sebelah kedai flan ada penjual bahn mi (read: baguette) yang dimakan dengan babi panggang. Kalau saja saya tidak ingat bahwa malam ini kami akan dinner bersama merayakan ulang tahun teman saya, tentunya saya sudah melahap porsi tersebut.
Malamnya kami makan dinner di restoran “lemon Grass” yang cukup mendapat review yang baik di internet. Sayangnya pada waktu menuju kesana kami menaiki taksi yang salah (baca penipu) dengan argo kudanya yang gila2an. Bayangkan untuk jarang yang cukup dekat argo yang tertera VND 149,000 ( IDR 80,000) padahal untuk ke airport yang jaraknya lu
Selesai dinner kami menuju gedung pertunjukan wayang air, kebetulan si birthday girl sudah membelinya di counter di kantor pos siang tadi. Jadinya kami tidak perlu buru-buru dan mengantri. Kali ini kami mencoba taksi kijang Innova yang ternyata argo awalnya malah lebih murah dari taksi sedan. Above all, taksi ini lebih lapang dan luas buat kami ber4.
Pertunjukan wayang air diselenggarakan dalam bahasa Vietnam, walaupun saya tidak mengerti ceritanya tapi saya sungguh menikmatinya. Boneka-boneka dimainkan dalam sebuah kolam yang keruh di tengah panggung, sementara pemain musik dan para dalang ada di kanan kiri panggung. Pada akhir pertunjukan para dalang yang berada di belakang panggung (dan ternyata memainkan boneka tersebut juga dalam air) keluar ke depan kolam mengenakan jaket tahan air. Penonton pun memberi applaus yang meriah.
Usai pertunjukan kami langsung pulang ke hotel untuk berisitirahat secara tour ke Mekong esok dimulai jam 6 pagi, pfff.
Hari ke3
Jam 6 pagi kami sudah dijemput oleh tour guide. Untuk perjalanan ini kami menyewa privat tour yang harganya USD 48 per orang tapi sudah including privat MPV, lunch , boat ride, perahu, snack, performance, etc. Perjalanan yamg ditempuh kira-kira sekitar 2,5 jam, tapi pagi itu memakan waktu lebih lama karena kami sempat haru berhenti hampir 1 jam untuk membetulkan AC yang rusak (yg sialnya tidak bisa dibetulkan). Anyway, on the way back tour guide kami berjanji kalau kantornya akan mengirim mobil yang lain.
Tiba di pelabuhan sudah agak siang dan matahari sudah sangat terik sehingga untuk memotret pun hasilnya tidak terlalu bagus. Kami naik boat yang isinya hanya kami ber4 , benar2 menyenangkan. Di dalam boat sudah disediakan pisang dan rambutan sebagai snack (hmm pantesan mereka disini kurus2, snacknya aja buah2an). Perjalanan di boat mengarungi delta dan kemudian sungai Mekong yang meningatkan kita pada film2 Hollywood tentang perang Vietnam.
Di pemberhentian pertama kami disuguhkan cara pembuatan rice candy dan paper rice. Ini membuat saya berpikir apakah pembuatan rice candy berbeda dengan di Indonesia karena saya tidak pernah tahu caranya sampai saat itu. Beras yang sudah disaring beberapa kali dipanaskan sampai popping, persis seperti pop corn, baru kemudian diberi gula, dipotong kemudian baru diberi packaging. Sederhana, tapi baru kali ini saya melihatnya walaupn di Indonesia juga ada jenis panganan seperti ini. Di tempat ini kami juag disuguhkan the panas dan sample dari rice candy.
Berikutnya kami juga menepi di bagian sungai Mekong yang lebih sempit. Di situ ada rumah antik yang ternyata tempat kami mendapat suguhan short performance dari penduduk setempat. Wah kayak raja-raja saja! Sekali lagi hidangan untuk kami disitu pisang, rambutan dan grape fruit. Pertunjukannya sendiri terdiri dari beberapa pemain melakukan operet diiringi sekelompok pemain musik yang sudah berumur. Operet tersebut dilakukan dalam bahasa setempat tapi kami tidak peduli karena after all it was about art appreciation.
Perjalanan kemudian dilanjutkan dan kami menepi lagi untuk pindah kea lat transportasi perahu. Pengayuh perahu saya adalah seorang wanita Vietnam yang dari wajahnya terlihat seorang wanita tangguh pekerja keras. Wanita ini sempat meminggirkan perahunya dan mengambil buah lengkeng yang ada di sepanjang sungai Mekong.
Akhirnya kami menepi lagi dan tiba di sebuah restoran untuk makan siang yang sebenarnya sudah lewat waktunya. Hidangan pertama kami adalah ikan gurame yang dibungkus paper rice together with some veggies. Kemudian ada juga dua macam spring roll ; babi dan sapi. Ternyata tour guide kami care enough tentang teman saya ynag muslim.
Tapi saat makan siang ini ada keadaan lucu. Pada saat ikan gurame goreng yang disajikan berdiri seperti pada yang sering terlihat di restoran Jakarta, kami megira inilah makanan utama kami. Selain spring role dan gurame tampaknya tidak ada yang datang lagi. Anehnya nasi juga tidak disajikan, langsung saja sebagai orang Indonesia pemakan nasi kami meminta nasi yang kemudian diberikan kepada kami dengan pandangan aneh sang pelayan.
Berhubung makanan yang ada tidak saya kenyang, maka saya mulai menghabiskan air sebotol dengan harapan akan menipu perut saya berasa kenyang. Tapi apa yang terjadi kemudian benar2 tidak terlupakan, hidangan yang kami kira merupakan hidangan utama ternyata hanya makanan pembuka. Tepat saya selesai cuci tangan datanglah hidangan utama yang sebabreg-abreg itu; ada babi kecap, ikan kecap, dua macam sup, hah sementara saya sudah sangat kenyang. Kami tertawa tidak ada habis2nya menertawai kebodohan kami.
Late lunch itu merupakan acara terakhir dari rangkaian jadwal yang telah disusun oleh tour provider. Dari situ kami pulang ke pelabuhan dengan menggunakan boat. Perjalanan pulang kami semua pulas tertidur di kendaraan baru dengan AC yangt sejuk.
Hari ke 4.
Tour kami hari ini ke Cu Chi Tunnel. Kali ini kami menggunakan jasa tour umum, artinya kita dicampur dengan orang lain. Memang jauh lebih murah karena pada dasarnya biaya yang kita bayar hanya untuk transportasi karena tket masuk ke area harus kami bayar masing-masing di tempat.
Di dalam sang tour guide menerangkan tentang lubang persembunyian para gerilyawan Vietnam di masa perang. Di lubang pertama dia mempersilahkan peserta untuk mencoba masuk ke dalam, wah wah untuk lubang sekecil itu saya tidak berani masuk. Bukan apa-apa, saya takut nyangkut dan tidak bisa keluar.
Tour dilanjutkan dengan memperlihatkan aneka perangkap yang digunakan para gerilya untuk pasukan Amerika yang full armed. Disitu saya berpikir, walau terlihat sangat sadis tapi ini satu-satunya jalan untuk memerangi lawan yang lebih tangguh. Sungguh, saya kagum dengan keberanian dan tekad kuat para pejuang Vietnam.
Yang juga menarik adalah rumah bawah tanah mereka yang terbuat dari sejenis daun yang tidak bisa terbakar. Well bukannya tidak terbakar sama sekali, tapi begitu dibakar sangat mudah padamnya, daun tersebut tidak akan terbakar semua. Kami juga ditunjukkan tank dan juga patung-patung yang menyerupai tentara yang sedang beristirahat.
Kemudian sampailah ke lubang persembunyian yang ukurannya sudah dibesarkan. Kami dipersilahkan masuk untuk mencoba. Tempat keluarnya ada 5 dan saya hanya mencoba keluar di exit terdekat karena terus terang saja di dalam sangat pengap dan gelap juga udaranya sedikt. Jadi kalau anda seorang claustrophobia sangat disarankan untuk tidak masuk karena kepanikan akan melanda anda segera.
Setelah semua keluar dari lubang ini, kami semua dibawa ke suatu tempat peristirahatan dan disuguhi singkong rebus yang makannya dicocol dengan campuran garam, merica dan kacang. Rasa singkongnya sendiri terlalu tawar bagi saya, singkong Jakarta lebih manis dan pulen.
Acara terakhir dari tour ini adalah menonton film dokumentari di tempat yang terletak di bawah tanah. Setelah itu kami balik ke bis dan kembali ke Saigon. Untuk kami berempat perjalanan ini agak terburu-buru karena kami harus bali ke hotel dulu, mandi kemudian berangkat ke airport.
Rasanya waktu yang ada kurang untuk exlplore Saigon dan sekitarnya. Saya berencana balik dan mungkin ke Ha Long Bay dan Hanoui. I’ll be back Vietnam!
February 6th, 2010 at 11:21 am
Hi Mbak, Kayaknya liburannya cukup berkesan.
Saya berencana akan ke Ho Chi Minh akhir bulan ini, kalau boleh minta masukan utk hotel nya ya.
Thank’s
Rudi H
Pauln: Waktu itu kami menggunakan hotel Cat Huy yang keberadaanya di sebuah gang atau lorong kecil. Kalau pagi ada kegiatan pasar di sepanjang lorong tapi dengan jendela tertutup suara ribut pasar di pagi bisa dibilang tidak terdengar sama sekali. Dari luar hotelnya kelihatan biasa saja tapi untuk kamar yang berharga 28 USD semalam kami cukup puas karena bersih dan lumayan nyaman. Selain itu mereka juga menyediakan free wifi (penting banget neh).
Sebenarnya dulu kami reserve secara online tapi kok tadi saya search gak ketemu yang website hotel ini sendiri. hotel ini mendapat review yangbagus dari Lonely Planet. Selamat berlibur.
August 5th, 2010 at 4:03 pm
For Vietnam Package Tours, feel free to contact us as below:
Sales Manager for Asean Market: Mr. Linh Nguyen Manh
Email : linh@vietnamexploreholidays.com
YM : linhnguyen_travel84
Cell phone : +84 912 683 908 or +84 903 299 846
YOUR PROFESSIONAL SERVANT IN VIETNAM TOURISM