Why Smoking?
Posted by: mindtravelerSebagai ex- perokok berat, gue kadang-kadang masih suka merokok. Sebenarnya sih baru-baru aja gue mulai jadi social smoker, setelah hampir 5 tahun quit tanpa rokok gue mulai yakin gue tidak akan kembali ke jalan yang benar itu. Makanya gue berani mulai merokok sekali-sekali tanpa ketakutan bakal nagih lagi.
Sebagai ex- perokok berat, gue kadang-kadang masih suka merokok. Sebenarnya sih baru-baru aja gue mulai jadi social smoker, setelah hampir 5 tahun quit tanpa rokok gue mulai yakin gue tidak akan kembali ke jalan yang benar itu. Makanya gue berani mulai merokok sekali-sekali tanpa ketakutan bakal nagih lagi.
Gue sendiri mulai smoking karena ada suatu masa dimana gue stress berat sampai akhirnya rokok menjadi my only friend who understood my need. Halah, pokoke jaman jahilayah banget, gue inget tepatnya umur gue saat itu 27 tahun. Hi..hi.. gue tidak mulai my smoking habit pada masa muda, sebelumnya gue penganut hidup agak sehat, kecium bau rokok aja gue ngamuk-ngamuk.
Gue disini gak akan ngomongin negatifnya merokok, kita semua pastilah sudah tahu, bla..bla..bla.
Tapi ada beberapa positive side effects dari smoking habit berdasarkan pengalaman gue:
• Merokok bisa menjadi ice breaker , ya ya gitulah sebagai kaum terbuang karena mesti keluar kalau mau merokok mau gak mau kadang rokok bisa pembuka percakapan. Ingat, karena adanya rasa senasib dan sepenanggungan sehingga berada di frekuensi yang sama percakapan bisa mengalir dengan lancar (walau sebenarnya gue males banget ngomong sama stranger)
• Merokok bisa menyamarkan kebiasaan gue yang suka hibernate alias melamun alias bengong yang katanya untuk sebagian orang dapat berakibat kesurupan jika dilakukan di dekat tempat angker.
• Kalau gue ke bengkel , tukangnya agak segen nipu gue karena disangka gue anak preman secara gue merokok Dji Sam Soe
• Mengurangi mati gaya gue saat menunggu atau macet. Okelah kalau menunggu gue bisa baca tapi kalau macet kan agak susah juga sambil baca buku. Nah enaknya rokok-an sambil hirup udara luar yang gue tambah kadar polusinya karena rokok gue.
Percaya deh gue nulis ini bukan untuk membenarkan perokok, tapi cuman sekedar mengenang the good old days with my cigarettes, lagian gue udah kapok kok!
June 27th, 2008 at 11:41 pm
Walopun dalam urusan rokok kita kadang gak dalam frekuensi yg sama, tp gue angkat jempol kaki ama pengalaman lo terhadap rokok….hihihihihihi…
Ini favorit gue:
• Merokok bisa menyamarkan kebiasaan gue yang suka hibernate alias melamun alias bengong yang katanya untuk sebagian orang dapat berakibat kesurupan jika dilakukan di dekat tempat angker.
Bacanya ampe guling-guling….
Pauln: beneran put konon katanya demit aja bisa ketipu loh
June 27th, 2008 at 11:42 pm
terima kasih terima kasih atas dukungannya …wakakaka
Pauln: sebenarnya gue lagi menginventory apa2 yang ilang kalo gue totally stop smoking
November 18th, 2009 at 4:46 pm
Why should quit smoking ? Hanya orang2 terprovokasi yang berhenti merokok…
Pauln: sebenarnya gw gak terprovokasi tapi kesian aja sama badan ge yang udah semakin tua kalo gw jejalin asap rokok terus